Halo, teman-teman! Kalau ngomongin soal makanan tradisional Indonesia, pasti bikin ngiler ya? Soalnya Indonesia tuh kaya banget dengan kuliner yang beragam dari Sabang sampai Merauke. Tapi, sayangnya, beberapa makanan tradisional yang dulu sering kita jumpai sekarang makin jarang ditemukan, bahkan mulai sulit banget dicari.
Nah, di artikel kali ini aku mau bahas 7 makanan tradisional Indonesia yang sudah mulai langka, dan mungkin kamu juga udah gak sering nemuin di warung atau pasar. Yuk, simak bareng-bareng!
1. Nasi Jagung
Pernah dengar nasi jagung? Ini makanan khas dari Jawa Timur, terutama daerah Madura dan sekitarnya. Nasi jagung dibuat dari jagung yang dihaluskan dan dimasak seperti nasi, kemudian disantap dengan sayur atau sambal.
main mahjong
Dulu, nasi jagung ini makanan sehari-hari yang murah meriah buat petani. Tapi sekarang, nasi putih lebih mudah didapat dan jadi favorit, jadi nasi jagung makin jarang dibikin dan disantap. Padahal, rasanya unik dan mengenyangkan!
2. Kerupuk Amplang
Kalau kamu pernah ke Kalimantan Timur, pasti kenal kerupuk amplang, kerupuk khas dari ikan tenggiri yang digoreng renyah. Kerupuk ini punya cita rasa gurih yang beda banget dari kerupuk biasa.
Sayangnya, amplang asli yang dibuat dengan cara tradisional mulai susah ditemukan, karena banyak produsen sekarang menggunakan bahan yang lebih murah dan proses instan. Kerupuk amplang asli biasanya harus dicari di pasar tradisional atau langsung ke pengrajin.
3. Sate Maranggi
Sate maranggi dari daerah Purwakarta, Jawa Barat, itu legendaris banget. Potongan daging sapi atau kambing yang dibumbui dengan rempah khas, kemudian dibakar dan disantap dengan sambal dan kecap manis.
Namun, sekarang di banyak tempat sate maranggi asli agak sulit ditemukan, karena makanan cepat saji dan sate modern lebih mendominasi. Kalau pun ada, biasanya harganya cukup mahal. Padahal, rasa sate maranggi asli itu beda, lebih harum dan kaya rempah.
4. Lepet
Lepet itu makanan tradisional dari beras ketan yang dikukus bersama dengan parutan kelapa dan dibungkus daun kelapa muda atau janur. Biasanya lepet jadi teman makan ketupat waktu Lebaran.
Tapi akhir-akhir ini, lepet mulai jarang dijual di pasar atau warung, mungkin karena proses pembuatannya yang cukup rumit dan butuh waktu. Padahal, lepet ini enak banget dimakan bareng sambal kacang atau opor ayam!
5. Gembus
Gembus adalah makanan tradisional dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang terbuat dari ampas tahu yang dicampur tepung dan rempah, kemudian digoreng. Rasanya mirip sekali dengan tahu, tapi teksturnya lebih kenyal.
Sayangnya, gembus mulai sulit ditemukan di warung-warung karena kurang populer dibandingkan makanan modern lain. Padahal, gembus ini murah dan kaya protein, cocok banget buat cemilan sehat.
6. Serabi Solo
Serabi Solo adalah kue tradisional khas Solo yang terbuat dari adonan tepung beras dan santan, dimasak di wajan kecil dengan api kecil. Rasanya manis dan gurih, kadang ditambah topping seperti oncom, cokelat, atau keju.
Sekarang serabi tradisional semakin jarang ditemukan, apalagi yang asli buatan rumahan. Banyak yang lebih suka serabi instan atau modern yang dijual di supermarket. Padahal, serabi solo asli punya rasa yang beda dan bikin ketagihan.
7. Kue Putu
Kue putu, camilan tradisional yang terbuat dari tepung beras dan gula merah yang dikukus dalam tabung bambu kecil, punya aroma harum pandan yang khas. Biasanya dijual di pinggir jalan pakai gerobak dorong.
Kini, kue putu asli yang pakai cara tradisional mulai sulit ditemui di kota besar. Banyak yang beralih ke versi modern dengan mesin, atau bahkan digantikan oleh kue-kue kekinian yang lebih praktis. Sayang banget, karena kue putu punya rasa manis alami dan tekstur lembut yang unik.
Kenapa Makanan Tradisional Ini Mulai Langka?
Ada beberapa alasan kenapa makanan tradisional ini makin sulit ditemukan. Pertama, gaya hidup yang semakin sibuk membuat orang jarang masak makanan tradisional yang prosesnya rumit. Kedua, pengaruh makanan cepat saji dan modern yang praktis dan cepat membuat makanan tradisional kalah saing.
Selain itu, generasi muda juga kurang tertarik belajar resep tradisional karena lebih suka makanan yang kekinian. Akibatnya, penjual makanan tradisional makin sedikit.
Yuk, Lestarikan Makanan Tradisional Indonesia!
Makanan tradisional itu bagian dari warisan budaya kita, lho. Jadi, gak ada salahnya kalau kita mulai mencoba buat dan beli makanan tradisional ini supaya tetap lestari. Selain itu, rasanya juga unik dan penuh kenangan.
Kalau kamu punya rekomendasi makanan tradisional lain yang mulai sulit ditemukan, share di kolom komentar ya! Kita bisa sama-sama menjaga kekayaan kuliner Indonesia supaya gak punah.
Gimana, guys? Semoga artikel ini bikin kamu makin semangat mencintai makanan tradisional Indonesia. Jangan lupa coba makanan tradisional kalau ada kesempatan ya!